Wisata Kuliner: Nikmatnya Nasi Jamblang dan Empal Gentong Khas Cirebon

Nasi Jamblang (Travelingyuk.com)

Banyak tujuan wisata lokal sebenarnya cukup menarik hanya saja kurang dipromosikan. Liburan sekolah tiba, warga ibukota tentu berpikir mau ke mana, Ancol, Puncak? Mendadak terkilas Cirebon, tapi jauh? Tidak juga, dari Jakarta hanya tiga jam dengan kereta, tanpa perlu bermacet ria. 

Selain Keraton Kasepuhan yang dibangun pada abad ke-16, lengkap dengan alun-alun di sisi utara, dan Masjid Agung di sisi baratnya; juga ada Keraton Kanoman dan lainnya. Tetapi kali ini kita tidak membahas obyek wisata. Jauh-jauh dari Jakarta, tentu kami pun ingin mencicipi masakan setempat. Salah satunya adalah nasi jamblang Cirebon yang terkenal. Nasi jamblang menjadi khas karena dibungkus oleh daun jati, menurut cerita dulunya merupakan nasi bungkus untuk para buruh. Sebenarnya nasi jamblang ini di mata saya yang awam, tidak beda dengan nasi campur. Lauknya ada banyak pilihan, mulai dari kentang, tahu, ikan, hingga sate maupun rendang dan tak ketinggalan sambal goreng. Jadi yang khas adalah nasinya. Singkat kata, sore itu perut kami pun berjamblang ria. 

Nasi Jamblang yang dibungkus dengan daun jati (Karnadi Nurtantio / NTD Indonesia)

Esok paginya, kami pun mencari sarapan lain yang juga cukup dikenal, yaitu: Empal Gentong. Disebut Gentong karena daging atau urat sapi dimasak di dalam gentong menggunakan kayu bakar. Semula kami pikir apakah karena daging sapinya cukup besar (mirip gentong), kemudian diiris-iris kecil dan dicampur dengan kuah semacam gulai. Disantap dengan nasi atau lontong, ditambah emping manis besar dan kemilan kerupuk kulit, sarapan pagi murah meriah khas Cirebon itu ternyata lumayan nikmat. 

Empal Gentong khas Cirebon (Karnadi Nurtantio / NTD Indonesia)
Empal Gentong khas Cirebon (Kanaya)

Pembaca masih penasaran, cicipi saja sendiri pada kunjungan berikut ke sana. Demikian sedikit oleh-oleh kami dari Kota Cirebon. (Karnadi Nurtantio / NTD Indonesia)

0 comments