Perusahaan Pou Chen Group Hengkang dari Tiongkok


Video Channel:



Grup Pou Chen dari Taiwan yang memimpin industri manufaktur sepatu multinasional dengan pendapatan lebih dari 270 miliar yuan pertahun, dikabarkan telah menarik diri total dari pasaran Tiongkok. Bukan hanya area pabrik Yuyuan di Dongguan saja yang stop produksi, area pabrik Pou Chen yang lain di Tiongkok dirampingkan dan berangsur-angsur pindah ke negara Asia Tenggara. 

Menurut laporan <Mirror Weekly> pada tanggal 30 Mei, teman dari keluarga Cai pengelola Pou Chen mengungkapkan bahwa selain bisnis yang sulit dan harga tanah yang tinggi, empat tahun yang lalu Cai Brothers memutuskan untuk berhenti, diawali dengan menjual Hotel Dongguan dan tahun ini menjual lagi Yuyuan Garden Hotel di Kunshan. 

[Gao Weibang, Pengusaha Taiwan]:
“Sebab gaji dan asuransi di daratan Tiongkok yang disebut Wu Jin Xian, jika asuransi ditotal dengan upah menjadi terlalu tinggi, sudah mendekati gaji di Taiwan, oleh karena itu mereka mengalihkan pabrik mereka ke Asia Tenggara. Saya percaya bahwa ini adalah situasi saat ini dimana tidak mungkin untuk menghasilkan uang. Saya kira mereka juga tahu dan kuatir mungkin Tiongkok semakin bermasalah, pandangan sama dengan Li Ka-shing dan banyak pengusaha Tiongkok yang lain, mereka semua keluar karena masalah Tiongkok terlalu besar.” 

30 tahun berbisnis di Tiongkok, Pou Chen adalah kelompok pertama dari pengusaha Taiwan, namun sekarang mereka memilih untuk mundur sepenuhnya dari Daratan Tiongkok. 

[Profesor Xie Tian, Aiken School of Business, AS]:
“Ini sebenarnya adalah seluruh kondisi bisnis di Tiongkok memburuk dengan sangat cepat. Saya pikir investor di seluruh dunia sedang mengamati perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat, begitu ada sesuatu yang tidak dapat diprediksi dalam perang perdagangan, bagi pengusaha ini adalah faktor yang perlu dipertimbangkan.” 

Grup Pou Chen memimpin industri manufaktur sepatu dengan penghasilan lebih dari 270 miliar yuan pertahun. Basis operasinya tersebar di seluruh dunia, dan pelanggan internasional utamanya termasuk Nike, Adidas, dan Timberland. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kasus perselisihan tenaga kerja acap kali terjadi di Tiongkok. 

Pada April 2014, 30.000 pekerja pabrik Dongguan Yuyuan Shoes Factory dari Pou Chen Group turun ke jalan mogok kerja, menjadi kasus pemogokan skala terbesar dalam sejarah pengusaha Taiwan yang berinvestasi di daratan Tiongkok. Penyebabnya adalah masalah jaminan sosial. Pada bulan Maret tahun 2015 pemogokan terjadi lagi, kasus ini telah mempengaruhi 2000 orang. 

Pada saat itu, Grup Pou Chen telah mendirikan pabrik di Tiongkok selama 26 tahun, dan merupakan pabrik sepatu terbesar dunia. Mengapa hanya sebuah kasus pemogokan saja tak terselesaikan ? 

Disinyalir, Grup Pou Chen dalam hal pemogokan ini terbilang jadi pihak yang ditindas, dibawah tekanan tiga arah yakni karyawan, otoritas PKT dan pelanggan internasional. Dalam satu tahun itu, Cai Peijun CEO Pou Chen telah melunasi uang jaminan sosial sebesar 2,7 miliar NT, dan dalam sekejap modal telah meningkat drastis. Hal ini juga menjadi salah satu faktor terpendam untuk memilih hengkang dari Tiongkok. 

Ditambah, Tiongkok mulai menerapkan kebijakan “lima resiko satu dana” yakni asuransi pensiun hari tua, pengobatan, pengangguran, cedera dalam pekerjaan dan asuransi kehamilan serta dana akumulasi perumahan. Semua ini menyebabkan modal operasional pengusaha Taiwan meningkat drastis. Menghadapi lingkungan buruk, pajak bertambah berat, kenaikan upah dan pemogokan, kekurangan tenaga kerja dan lain-lain, telah memaksa para pengusaha Taiwan mundur dan keluar dari Tiongkok. 

0 comments